Bukti Pertama Lokasi Julius Caesar Ditusuk Mati

Selama ini, tragedi kematian Julius Caesar hanya berupa teks klasik tanpa ada bukti apa pun.
torre argentina,roma,italia,julius caesarLokasi arkeologi di Torre Argentina, Roma, Italia. Ahli arkeologi dari CSIC mengklaim menemukan bukti pertama penusukan Julius Caesar di tempat ini. (Thinkstockphoto).
Beberapa pakar arkeologi dari Spanish National Research Council (CSIC) mengklaim menemukan bukti pertama lokasi di mana Julius Caesar tewas ditusuk.
Caesar, pemimpin karismatik Roma, selama ini diketahui tewas ditusuk oleh rival politiknya di Senat pada 15 Maret Sebelum Masehi (SM). Namun, pengetahuan itu selama ini hanya berupa teks klasik tanpa ada bukti apa pun. Kini, tragedi tersebut bisa dibeberkan dengan fakta arkeologi yang ditemukan.
Arkeolog menggali struktur beton dengan lebar dan tinggi 3 meter x 2 meter di dasar Curia (teater) of Pompey, Torre Argentina, Roma, Italia. Lokasi ini disebutkan dalam berbagai literatur sebagai tempat terjadinya penusukan. Struktur ini diduga dibangun oleh Augustus, anak angkat sekaligus penerus Caesar, sebagai bentuk kecaman terhadap pembunuhannya. Struktur inilah yang akhirnya jadi kunci penemuan para arkeolog.
Mereka menyimpulkan bahwa Caesar ditusuk saat sedang duduk memimpin pertemuan dengan anggota Senat. Lokasi tepatnya penusukan tertutup dengan struktur empat dinding beton.
"Kita selama ini tahu Julius Caesar dibunuh di Curia of Pompey pada 15 Maret 44 SM lewat teks klasik yang diwariskan turun-temurun. Tapi selama ini belum ada bukti material atasnya," ujar Antonio Monterroso, salah satu peneliti dari CSIC. Tragedi penusukan Caesar, tambah Monterroso, biasanya dicitrakan dalam lukisan sejarah atau pun film.
Literatur klasik juga menyebutkan, tiga hari pasca pembunuhan, Curia ditutup dan dijadikan kuil khusus untuk Caesar. Untuk mempelajari hubungan antara bangunan yang ada di sekitar komplek penusukan dengan apa yang coba digambarkannya, para arkeolog turut mempelajari beberapa bangunan lain. Salah satunya Portico of the Hundred Columns atau biasa dikenal dengan nama Hecatostylon.
"Sangat menarik, dalam indera sipil dan masyarakat, bahwa ribuan orang saat ini naik bus dan trem tepat di sebelah tempat Julius Caesar ditusuk 2.056 tahun lalu," kata Monterroso.

(Zika Zakiya. Live Science, International Business Time)
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger