Es Samudra Arktik Bakal Mencair Besar-besaran

Makin menyusut es di Kutub Utara, cuaca ekstrim akan sering terjadi.
Es di Samudra Arktik terus menyusut tajam. Bumi makin panas. Cuaca tak menentu.

Es di Samudra Arktik terus menyusut tajam. Bumi makin panas. Cuaca tak menentu.
(arcticfocus.com)

Laut es di Samudra Arktik, Kutub Utara, kemungkinan akan mencetak rekor baru dengan menyusut ke ukuran paling kecil yang pernah ada. Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat memprediksi, gugusan es di Samudra Arktik itu bakal terus menyusut mulai pekan depan.

“Ini sebuah catatan harian baru yang kemungkinan akan terjadi pada akhir Agustus,” kata Ted Scambos, pimpinan ilmuwan di pusat data yang memonitor es di Kutub Utara dan berbagai belahan bumi lainnya, seperti dikutip Reuters, 20 Agustus 2012.

Volume es di Arktik sangat penting karena wilayah ini berpotensi besar mempengaruhi cuaca global. Sebagian dampak dari mencairnya es Arktik di tahun 2012 ini adalah terjadinya cuaca panas dan kekeringan di belahan bumi utara, terutama di Amerika Serikat.

Musim panas ini es Arktik bahkan menyusut hingga kurang dari 1,5 mil persegi (4 juta km persegi). Ini adalah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rekor penyusutan es sebelumnya terjadi pada tahun 2007, ketika es penutup Arktik mencair menjadi 1,66 juta mil persegi (4,28 juta km persegi).

Tahun 2012 ini, Scambos menyatakan masa mencairnya es Arktik dimulai 10 hari-2 minggu lebih awal dari biasanya di beberapa daerah yang terhitung kritis, misalnya Eropa Utara dan Siberia. Apabila pencairan es Arktik memecahkan rekor Agustus ini, itu bakal menjadi terlalu kepagian mengingat titik terendah penyusutan es tahun lalu terjadi pada 9 September 2011.

Secara keseluruhan, penyusutan gugusan es Arktik terjadi lebih cepat daripada yang diproyeksikan oleh Panel Antarpemerintah Perserikatan Bangsa Bangsa tentang Perubahan Iklim lima tahun lalu. Scambos menegaskan, ini adalah tanda jelas bahwa perubahan iklim dipicu oleh aktivitas manusia, terutama karena efek perangkap panas gas rumah kaca, temasuk karbondioksida. “Segala sesuatu tentang ini memiliki satu poin yang sama, kita telah membuat bumi lebih hangat,” ujar Scambos.


Ini juga tampak pada mencairnya es lapisan Greenland dalam volume besar pada musim panas ini. Gambar NASA menunjukkan selama beberapa hari di bulan Juli, 97 persen dari permukaan es di Greenland telah mencair.

Tak hanya itu, Juli lalu gunung es dengan ukuran dua kali Manhattan juga terlihat lepas dari gletser Petermann Greenland. “Apa yang Anda lihat di Arktik sekarang adalah lautan yang lebih terbuka, bukan lagi yang dipenuhi gugusan es. Itu tidak terlihat seperti Samudra Arktik lagi,” kata Scambos.

VN

jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger