Penelitian Gunung Padang

Gunung padang? tempat apakah itu? dimanakah lokasinya? dan apakah keistimewaannya? pasti anda bertanya -tanya mengenai itu bukan. Gunung padang adalah sebuah gunung yang terletak di kecamatan campaka, kabupaten Cianjur. Disana kita dapat melihat sebuah pemandangan indah dan merasakan udara yang sejuk, selain itu disana kita dapat  bertanya pula tentang seputar gunung yang ditemukan oleh seorang penjajah indonesia pada tahun 1914 tersebut pada pemandu yang tersedia disana. Namun dibalik keindahannya gunung padang ternyata memiliki banyak misteri, misteri yang dimaksud adalah bukan mengenai mistis /supranatural yang ada disana melainkan banyaknya keanehan mengenai bentuk Gunungnya, letak astronomisnya, struktur didalamnya, dan masih banyak lagi.
Sebelumnya situs gunung padang hanyalah peninggalan zaman megalitikum yang konon katanya adalah tempat penyembahan atau penghormatan bagi arwah nenek moyang dan situs tersebut seperti terabaikan sampai akhirnya ada tim kebencanaan yang dibuat oleh Andi arief yaitu tim katastropik purba yang mencurigai keganjilan – keganjilan yang ada di sana. Mereka curiga terhadap sisi – sisi gunung yang nyaris simetris seperti piramida, terdapatnya batu yang jika dipukul dapat menghasilkan nada F-G-D-A, dan teras – teras batu andesit yang terbagi 5 di atas permukaan gunung padang, selain itu mereka juga mengindikasikan bahwa gunung tersebut adalah daerah mitigasi gempa atau anti gempa. Mungkin pikir mereka itu akan menjadi bahan kajian yang menarik untuk diteliti dan dimaksudkan untuk mendapatkan data – data tentang bencana – bencana yang terjadi pada masa lalu.
Penelitian pertama: pada awal penelitian mereka memulai penelitian dengan mencoba metode geolistrik terlebih dahulu yaitu menerawang struktur yang ada didalam gunung tersebut dengan alat dan setelah dikaji selama beberapa hari akhirnya mereka mencoba lebih intim lagi menelitinya dengan mengebor dan melakukan pengambilan sample tanah sampai kedalaman 3o meter dari permukaan gunung padang dan tidak sia - sia hasil dari pengeboran tersebut adalah didapatkan susunan tanah dan batuan yang terstruktur rapih dengan lapisan – lapisan yang seperti sengaja disusun, dan mereka juga mendapatkan sample pasir yang nampak seperti diayak oleh manusia pada masa lampau. Dari hasil survey georadar mereka juga memperkirakan bahwa terdapat ruangan didalam gunung tersebut dikarenakan resistivitas yang tinggi dan anomali magnetik didalamnya yang berarti terdapat pula benda – benda logam di dalamnya.
Setelah penelitian pertama tim katastropik purba pun mencoba untuk mempublikasikan hasil penelitian di gunung padang kepada masyarakat. Tujuan seminar tersebut adalah untuk mengklarifikasi isu – isu yang tidak benar selama penelitian berjalan dan juga memberitahu masyarakat mengenai apakah tujuan dari penelitian tersebut. Dan Alhamdulillah seminar berjalan sangat lancar dengan tanya jawab di akhir acara.
Penelitian kedua: Pada penelitian kedua tim katastropik mencoba menyusuri sisi timur gunung dan mencari sample – sample yang berkaitan dengan penelitian pertama. Sungguh mencengangkan karena ternyata mereka telah menemukan struktur terasering di sisi timur gunung yang tentunya tidak terjadi secara alamiah. Seorang anggota tim katastropik pun mengklarifikasi bahwa setelah diteliti lagi ternyata teras yang ada digunung padang bukan hanya 5 teras yang ada diatas saja , tetapi teras juga ditemukan di sisi – sisi gunung tersebut sampai berjumlah mungkin lebih dari 20 teras dan diperkirakan menjadi penopang konstruksi bangunan di gunung padang, setelah itu mereka pun menemukan menhir di tebing dan sejajar dengan teras ke 3. Setelah bukti – bukti penguat itu di temukan, akhir rangkaian penelitian pun dilakukan yaitu eskavasi atau penggalian. Mereka akhirnya melalakukan eskavasi di lereng timur di dekat menhir. Namun sangat disayangkan baru setengah pekerjaan mereka terpaksa menghentikan penggaliannya dikarenakan sulitnya medan serta konstruksi tanah yang labil membuat penggalian dianggap terlalu berisiko dan akhirnya penelitian kedua pun selesai dilaksanakan.
Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah walaupun penelitian belum sepenuhnya selesai tetapi kita sudah dapat beberapa bukti bahwa zaman dahulu tidaklah segelap teori yang dikemukakan oleh Darwin dan Misteri gunung yang di indikasikan berumur 10.900 tahun SM tersebut akhirnya sedikit demi sedikit terungkap bahwa ternyata kala itu manusia pun sudah dapat membuat konstruksi bangunan yang bahkan 10 kali lebih besar daripada candi Borobudur, tetapi lagi – lagi beberapa pertanyaan pun muncul “benda logam apakah yang terdapat di dalam gunung tersebut?”, “ Siapakah sebenarnya pembuat konstruksi bangunan di gunung padang saat itu?”, dan“Apakah semua ini ada hubungannya dengan bangsa Lemurian yang katanya berasal dari tanah sunda?”

Adi Wiryawan
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger