Tim Arkeolog Identifikasi Gerbang Barat Gunung Padang

MELANJUTKAN KERJA BESAR BUAT RAKYAT– Tim Terpadu di pertengahan Januari seharusnya sesuai schedule melanjutkan riset lanjutan. Tetapi karena musim hujan yang diperkirakan sampai Maret serta berbarengan dengan proses Pilkada Jabar, maka Tim geologi menunda sampai akhir mei untuk melakukan coring dan trenching di lokasi yang sudah ditentukan berdasarkan survey alat geofisika. Seperti diketahui bahwa 99 persen lokasi gunung padang baik yg di daerah situs maupun yg di luar situs sudah dilakukan survey lengkap. Geolistrik, Georadar. Geomagnet , fhoro satelite, fhoto IFSAR dll. Satu titik penting di luar situs akan dilakukan pengeboran untuk mengetahui stratigrafi secara pasti dan akurat sesuai survey geofisika. Bulan Februari 2012, Tim Geologi melakukan hal yang sama di teras 3 dan teras 5 di dalam situs yg hasilnya sangat akurat. Rencana akhir Maret pengeboran (uji sampling) di luar situs, di tanah milik salah seorang jupel gunung padang akan dilakukan dengan mengundang secara terbuka bupati, tokoh2 budaya, tokoh2 agama, peneliti, aktifis lingkungan hidup dll agar mengetahui bersama proses dan hasilnya yang berbeda dengan pengeboran gas, minyak dll. Ini penting agar jangan lagi ada dugaan tim melakukan pengrusakan ekologi, menimbulkan dampak longsor dll. Sementara tim Arkeologi tetap terus bekerja sejak akhir januari dan diharapkan akhir maret melakukan eskavasi yang lebih vulgar di dekat lokasi pengeboran (uji sampling). Tim lainnya saat ini juga terus bekerja swperti petrografi, astronomi dan Tim arsitektur serta tim filologi. Tim terpadu juga sedang mempersiapkan buku laporan riset yg dilakukan selama hampir 2 tahun ini. Sesuai peraturan yang ada Tim terpadu sudah mendapatkan izin lanjutan dari Bupati Cianjur, dan melakukan koordinasi dengan Puslit Arkenas dan direktur cagar budaya serta mengajak arkeolog di puslit dan balar serta periset lintas ilmu lainnya untuk bahu membahu. Direncanakan setelah tim geologi melakukan pengeboran dan tim arkeologi akan melakukan eskavasi agak vulgar di daerah berdekatan di luar situs maka resmi Tim terpadu akan umumkan apa sebenarnya yang berada di bawah permukaan situs gunung padang dan berapa luasan pasti tempat yang bersejarah dan berumur tua seperti hasil uji carbon dating di lab Batan dan Lab Miami florida AS. . Sesuai dengan kesepakatan dengan Wamendikbud mewakili pemerintah , hasil itu akan dirembukkan bersama Mendikbud dan Tim Terpadu untuk langkah-langkah lanjutan eskavasi total. Seperti kita ketahui, melihat luuasannya maka dipastikan memerlukan banyak arkeolog, dan para ahli di bidang lainnya. Mudah2an di tahun ini Kita sudah memiliki dan melihat bangunan pra sejarah yang megah dan berumur di atas 30 ribu tahun yang lalu. Temuan apa saja lagi yang dapat menguntungkan rakyat? Tunggu selesai pengeboran di akhir maret, para periset akan umumkannya.

Tim Arkeolog Identifikasi Gerbang Barat Gunung Padang

Tim menemukan dua batu tegak berjarak 5 meter satu sama lain.

Dua batu tegak di Situs Gunung Padang Cianjur
Dua batu tegak di Situs Gunung Padang Cianjur (Ali Akbar)
 
Tim Terpadu Riset Mandiri telah melakukan survei di sisi barat situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Di luar pagar situs tersebut, tim berhasil menemukan dua batu tegak.
Menurut arkeolog yang terlibat dalam eskavasi ini, Ali Akbar, jarak kedua batu tegak tersebut lima meter. Batu tegak yang di utara memiliki tinggi 90 centimeter, sementara yang di selatan tingginya 72 centimeter. “Batu-batu tersebut tingginya tentu saja lebih dari itu, namun sebagian masih tertimbun di dalam tanah,” kata Ali, Sabtu 23 Februari 2013.
Pada pertengahan tahun 2012, Tim Terpadu Riset Mandiri telah menemukan beberapa anak tangga di sisi barat Gunung Padang. Temuan survei 2013 ini memperkuat bukti bahwa bangunan Gunung Padang juga memiliki tangga naik di sebelah barat. Situs Gunung Padang sampai dengan penelitian tahun 2011 diketahui hanya memiliki tangga naik di sisi utara.
Dia juga menyampaikan di sisi barat Gunung Padang terdapat dua gunung yang mengapit sebuah lembah. Gunung yang berada di selatan adalah Gunung Karuhun dan yang di sebelah utaranya adalah Gunung Batu.
“Tampaknya tangga naik dan gerbang di sisi barat diperuntukkan bagi masyarakat yang datang dari arah barat,” kata Ali.
Tidak menutup kemungkinan terdapat prosesi ritual dari Gunung Padang ke Gunung Karuhun, atau sebaliknya. Secara penamaan, Karuhun mengindikasikan hal-hal yang terkait dengan leluhur atau nenek moyang.
“Jika rekonstruksi ritual berhasil dilakukan, dapat dibayangkan iring-iringan masyarakat yang berjalan dari bawah lembah melewati sungai, lalu menanjak ke Gunung Padang.” (kd)
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger